ANALISA SALURAN TERBUKA

BAB 1
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
    Dalam era yang serba teknologi saat ini, kemajuan bidang pendidikan sangatlah bertambah dari waktu ke waktu. Kemajuan yang dicapai oleh umat manusia, baik itu bidang sosial, bidang informasi maupun bidang pendidikan. Salah satunya dalam makalah ini akan dipaparkan elemen-elemen mekanika fluida yang memungkinkan kita untuk memecahkan rnasaIah-masalah yang kita temui sehari-hari yang relatif sederhana seperti misalnya aliran melalui pipa, saluran dan aliran di sekitar bola dan silinder. Aliran-aliran yang lebih kompleks yang biasanya disebabkan oleh geometri-geometri, yang lebih kompleks tidak akan dipaparkan di dalam makalah ini. Walaupun demikian ini merupakan informasi baru bagi Anda. Marilah kita mulai.
2 Ruang Lingkup Penelitian
    Penelitian ini mencakup sebagian kecil dari Mekanika Fluida, yakni tentang saluran terbuka dan persamaan-persamaan dasar yang bias dijadikan salah satu referensi.
3 Tujuan dan manfaat
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
     1. Mampu memahami materi ini dengan baik
Manfaat :
1.      Memberikan pembaca pengetahuan baru
BAB II
LANDASAN TEORI
     A.    JENIS ALIRAN TERBUKA
1.      Definisi
Aliran Saluran terbuka adalah saluran yang mengalirkan air dengan permukaan bebas. saluran terbuka dapat terjadi dalam bentuk yang bervariasi cukup besar, mulai dari aliran di atas permukaan tanah yang terjadi pada waktu hujan, sampai aliran dengan kedalaman air konstan dalam saluran prismatis. Masalah aliran saluran terbuka banyak dijumpai dalam aliran sungai, aliran saluran-saluran irigasi, aliran saluran pembuangan dan saluran-saluran lain yang bentuk dan kondisi geometrinya bermacam-macam.
             Mekanika aliran saluran terbuka lebih sulit dibanding dengan mekanika saluran tertutup. Pada aliran saluran tertutup tidak terdapat permukaan bebas sehingga tidak terdapat pengaruh langsung dari tekanan atmosfer, pengaruh yang ada hanyalah tekanan hidraulik yang besarnya dapat lebih besar atau lebih kecil daripada tekanan atmosfer. Sedangkan pada aliran saluran terbuka terdapat permukaan bebas yang berhubungan dengan atmosfer dimana permukaan bebas tersebut merupakan suatu batas antara dua fluida yang berbeda kerapatannya yaitu cairan dan udara, dan pada permukaan ini terdapat tekanan atmosfer. Dalam hal ini hubungannya dengan atmosfer perlu adanya pertimbangan bahwa kerapatan udara jauh lebih rendah daripada kerapatan air.
2.      Klasifikasi
Klasifikasi saluran terbuka berdasarkan asal-usul:
-          Saluran alam (natural channel)
Contoh: sungai-sungai kecil di daerah hulu (pegunungan) hingga sungaibesar di muara.
-          Saluran buatan (artificial channel)
Contoh: saluran dreinase tepi jalan, saluran irigasi untuk mengairi persawahan, saluran pembuangan, saluran untuk membawa air ke pembangkit listrik tenaga air, saluran untuk supply air minum, saluran banjir.
Klasifikasi saluran terbuka berdasarkan konsistensi bentuk penampang dan kamiringan dasar:
-          Saluran prismatic (prismatic channel)
Yaitu saluran yang berbentuk penampang melintang dan kemiringan dasarnya tetap.
Contoh: saluran drainase, saluran irigasi
-          Saluran non prismatic (non prismatikc channel)
Yaitu saluran yang berbentuk penampang melintang dan kemiringan dasarnya berubah-ubah.
Contoh: sungai
Dilapangan, saluran buatan (artificial channel) bisa berupa:
-          Canal: semacam parit dengan kemiringan dasar yang landau, berpenampang segi empat,segi empat, segi tiga, trapezium maupun lingkaran. Terbuat dari galian tanah, pasangan batu, beton ataukayu maupun logam.
-          Talang (flume): semacam selokan kecil yang terbuat dari logam, beton atau kayu yang melintas di atas permukaan tanah dengan suatu penyanggah.
-          Got Miring (chute): semacam selokan dengan kemiringan dasar yang relative curam.
-          Bangunan Terjun (drop structure): semacam selokan dengan kemiringan yang tajam. Perubahan muka air terjadi pada jarak yang sangat dekat.
-          Gorong-gorong (culvert): saluran tertutup yang melintasi jalan atau menerobos gundukan tanah dengan jarak yang relatif pendek.
-          Terowongan (tunnel): saluran tertutup yang melintasi gundukan tanah atau bukit dengan jarak yang relatif panjang.
    3.      DISTRIBUSI DAN PENGUKURAN KECEPATAN ALIRAN
-          Kecepatan aliran v adalah jarak yang ditempuh aliran pada saluran dalam satuan waktu. Biasanya kecepatan vdinyatakan dalam satuan m/dt.
-          Kecepatan aliran pada saluran adalah tidak merata. Kecepatan maksimum aliranterjadi pada kisaran 0.05 hingga 0.25 kedalamannya.
-          Makin mendekati tepi saluran maupun dasar saluran, kecepatan aliran adalah mengecil.
-          Koefisien distribusi kecepatan α berkisaran Antara 1.03 sampai 1.36.
-          Untuk masalah-masalah dalam praktek, besaran koefisien distribusi kecepatan dianggap sama dengan1.
-          Distribusi kecepatan pada penampang saluran tergantung pada beberapa faktor antara lain:
-          Bentuk penampang
-          Kekerasan saluran
-          Adanya tekukan-tekukan
-     Pengukukran kecepatan aliran dilakukan dengan cara antara lain:
-          Menggunakan alat pengukur aliran (current meter) mengukur kecepatan rata-rata pada segmen-segmen penampang dengan membagi-bagi penampang saluran secara vertikal.
-          Menggunakan pelampung yang di hanyutkan ke dalam aliran dengan mencatat laju pelampung pada jarak tertentu.
-          Distribusi kecepatan secara umum dinyatakan pada gambar berikut:  
4.      GEOMETRI PENAMPANG MELINTANG SALURAN
Geometri penampang saluran biasanya seperti berikut:
-          Saluran alam (natural channel)                           : tidak beraturan, bervariasi mulsi dari bentuk parabola hingga trapezium.
-          Saluran buatan (artificial channel) terbuka           : beraturan, berpenampang segi empat, segi tiga, trspezium, trapezium ganda, lingkaran hingga parabola.
-          Saluran buatan (artificial channel) tertutup        : lingkaran, bujur sangkar, elips.
   -         Kedalaman aliran (y)               : jarak vertical titik terendah dasar saluran hingga permukaan air (depth of flow).
   -          Taraf (stage)                            : elevasi dari muka air terhadap bidang persamaan.    
   -          Lebar dasar (B)                       : lebar penampang melintang bagian bawah/dasar (bed width).
  -      Kemiringan dinding (m)         : angka penyebut pada perbandingan Antara sisi vertical terhadap horizontal (side slope).
   -          Lebar puncak (T)                     : lebar penampang saluran pada permukaan air (top width).
   -          Luas basah (A)                        : luas penampang melintang yang tegak lurus aliran (water area).
   -          Kelliling basah (P)                   : panjang garis perpotongan dari permukaan basah saluran dengan bidang penampang melintang yang tegak lurus arah aliran (wetted perimeter).
  -      Jari-jari hidraulik (R)               : perbandingan antara luas basah A dengan keliling basah P. (hydraulic radius).
   -          Kedalaman hidraulik (D)        : perbandingan antara luas basah A dengan keliling lebar puncak T. (hydraulic depth).
   -          Factor penampang (Z)             : perkalian antara luas basah A dengan akar kuadrat dari kedalam hidraulik D. (section factor).






     Untuk penampang melintang berbentuk segi empat maupun segi tiga, maka unsur geometrinya adalah identik. Hanya saja yang berbeda aadalah harga B dan m. Untuk penampang segi empat harga m = 0, untuk penampang segi tiga harga B = 0.

          B.    PERSAMAAN DASAR
1.      Persamaan Kontiunitas
Persamaan kontiunitas adalah memperlihatkan suatu tabung yang pendek, yang bisa diasumsikan untuk maksud-maksud praktek, sebagai suatu kumpulan stream line-stream line. Dikarenakan tabung aliran dibatasi pada semua sisi-sisinya oleh streamline-streamline dan dikarenakan tidak ada kecepatan yang normal terhadap suatu streamline, maka tiada fluida yang dapat meninggalkan atau memasuki tabung aliran terkecuali pada ujung- ujungnya. Volume diam/tak bergerak di antara kedua penampang tetap dari tabung aliran dinamakan sebagai volume atur (control volume) dan besarnya akan didefinisikan sebagai volume. Jika masa fluida yang terisi di dalam volume aiur dari volume (disingkat vol) pada waktu t adalah massa, maka fluida yang terisi di dalam vol pada waktu (t + dt) akan merupakan:
yang menyatakan bahwa laju bersih aliran massa keluar dari volume kendali itu harus nol.di penampang 1 laju bersih aliran massa keluar adalah PIVIdA1 dan dipenampang 2
adalah persamaan kontinuitas yang diterapkan pada dua penampang di sepanjang sebuah
tabung aIiran dalam aIiran steadi.
2.      Persamaan Energi
Hukum  pertama termodinamika, atau singkatnya, persamaan energi, memiliki
kegunaan pada saat perpindahan  kalor  atau  usaha ingin  diketahui. Jika pada intinya tidak terjadi  perpindahan  kalor  dan  tidak  ada  usaha  eksternal dari pompa atau alat lainnya,  persamaan  energi memungkinkan  kita  menghubungkan tekanan, kecepatan dan  ketinggian. Kita  lihat  bagaimana  persamaan  ini  disusun. Kita mulai dengan persamaan energi daiam bentuk umumnya.
Kebanyakan aplikasi memungkinkan kita untuk menyederhanakan persamaan ini dengan mengasumsikan aliran tunak yang seragam dengan satu jalur masuk dan satu jalur keluar. Persamaan energi disederhanakan menjadi. 

3.      Persamaan Momentum
Jika perhitungan melibatkan gaya, seringkali kita perlu menerapkan hukum kedua Newton, atau sederhananya,  persamaan  momentum,  ke soal yang dihadapi. Untuk suatu  volume  umum, dengan  menggunakan deskripsi pergerakan Eulerian, persamaan momentum telah diberikan dalam Pers. dalam bentuk yang paling umum untuk sebuah volume kontrol tetap sebagai.
 
4.      Transpormasi sistem ke volume kontrol

Ketiga hukum dasar yang berkaitan dengan mekanika fluida seringkali disebut sebagai kekekalan massa, energi dan momentum. Dua yang terakhir lebih spesifik lagi disebut hukum pertama termodinamika dan hukum kedua Newton. Setiap hukum ini diekspresikan dengan menggunakan deskripsi pergerakan Lagrangian; hukum-hukum ini berlaku untuk suatu massa fluida tertentu. Hukum-hukum ini dinyatakan sebagai berikut:
     -          Massa :Massa suatu sistem tetap konstan 
     -          Energi : laju perpindahan kalor ke suatu sistem dikurangi dengan usaha yang dilakukan oleh suatu sistem adalah sama dengan laju perubahan energi E dari sistem tersebut. 
   -  Momentum : Gaya momentum yang bekerja pada suatu sistem sama dengan laju perubahan momentum dari sistem tersebut.
Setiap hukum ini lanjutnya akan diekpsresikan secara matematis dengan mengenali bahwa laju perubahan berlaku untuk sekumpulan partikel fluida dan kenyataan bahwa densitas, energi spesifik dan kecepatan dapat berubah dari titik ke titik di dalam volume yang di maksud. Ini memerlukan derivatif material dan pengintegralan pada volume.





Bab III
KESIMPULAN
-          Aliran Saluran terbuka adalah saluran yang mengalirkan air dengan permukaan bebas.
-          Mekanika aliran saluran terbuka lebih sulit dibanding dengan mekanika saluran tertutup.











Daftar Pustaka
http://abdulloh-faqih.blogspot.com/2011/06/saluran-terbuka.html
http://www.ilmusipil.com/pengertian-hidrolika
http://www.academia.edu/5773360/ALIRAN-MELALUI-SALURAN-TERBUKA
http://e-jurnal.ukrimuniversity.ac.id/file/21202.pdf
R.L. Daugberty and J.B. Franzini'. "Fluid Mechanics with Engineering Applications".
Reuben M. Olso, Steven J. Wraighl Essentials of Engineering Fluid Mechanics. Harper &Row Publisher,
http://teknikmesinunisma.blogspot.co.id/2015/05/makalah-properti-saluran-terbuka-dan.html 20 Maret 2018

TEKNIK PONDASI

Pengertian, Jenis Pondasi Dan Analisa
Seperti tulisan yang telah dibuat sebelumnya, dalam blog ini disusun dengan maksud untuk melengkapi materi yang masih sulit dijumpai. Sumber dari materi ini dapat dijadikan pegangan bagi para mahasiswa baik, dari strata1/S1, magister/S2 dan lainnya dalam mata kuliah teknik sipil yang sekaligus dapat dijadikan referensi yang sangat berguna bagi para perancang dan pengawas pelaksanaan pembangunan gedung maupun jembatan atau infrastruktur yang lain dalam merancang dan membangun. Materi yang disajikan merupakan informasi data yang penting, yang sangat dibutuhkan dalam perancangan konstruksi pada umumnya, penulis memaparkan teori dan pembahasan secara sederhana namun lengkap dan tersetuktur dengan tujuan untuk mempermudah pemahaman teori yang diberikan.

Struktur bangunan terdiri atas elemen struktur yang berada di bagian bawah tanah, dan elemen struktur yang ada di bagian atas bangunan, dalam suatau bangunan konstruksi baik gedung dan jembatan ada yang disebut bangunan atas dan bangunan bawah, salah satu dari bangunan sipil adalah elemen pondasi yang berada di bangunan bawah, ketika menjumpai istilah pondasi tentu dibenak kita bertanya, Apa yang dimaksud pondasi?,hal apa yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan jenis pondasi?, maka dari itu penulis disini memaparkanya.
Definisi Pondasi
Teknik Pondasi:Pengertian,Jenis Pondasi Dan Analisa
Pekerjaan Pondasi
Pondasi adalah salah satu elemen struktur bawah bangunan yang langsung berhubungan dengan tanah yang berfungsi menyalurkan beban dari struktur diatasnya ke lapisan tanah pendukung atau batuan yang berada di bawahnya. Pondasi dikatakan bagian terendah dari bangunan oleh sebab itu beban dari bangunan diatasnya seperti beban mati, beban hidup, beban angin disalurkan melalui element struktur horizontal atau vertikal ke pondasi yang selanjutnya beban tersebut dilanjutkan ke tanah dasar.
Klasifikasi Pondasi
1)  Pondasi Dangkal
Terdapat dua klasifikasi pondasi, yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. pondasi dangkal didefinisikan sebagai pondasi yang mendukung bebannya secara langsung, seperti: pondasi telapak, pondasi memanjang dan pondasi rakit. Pondasi dangkal digunakan apabila kedalaman tanah baik tidak begitu dalam yaitu antara 0,6 sampai 2 meter, serta kapasitas dukung tanah relatif baik (>2.0 kg/cm2). Secara umum pondasi dangkal memberikan biaya lebih murah dibandingkan jenis pondasi lainya.
Untuk Perencanaan dimensi secara langsung, dapat ditentukan dengan rumus:
D/B 1-4
Dimana:
D = Kedalaman pondasi diukur dari alas pondasi sampai permukaan tanah
B = Lebar alas pondasi
Sedangkan luas alas pondsai dihitung sedemikian rupa sehingga tekanan yang terjadi pada tanah dasar tidak melampui kapasitas dukung ijin tanah α α ijin, dan luas alas pondasi ditentukan dengan rumus:
A = P/α
Dengan:
A = Luas alas pondasi
P = Beban yang bekerja pada kolom yang didukung pondasi
α = tekanan yang terjadi pada tanah
Perencanaan dimensi pondasi paling hemat apabila dibuat sedemikian rupa sehingga resultan gaya-gaya yang bekerja melalui pusat berat alas pondasi. Berikut ini digambarkan ragam dari pondasi telapak. Pondasi Telapak terbagi menjadi dua yaitu Pondasi tumpuan dan Pondasi Pelat/Rakit/mat.
a)  Pondasi Tumpuan Meliputi:
-    Pondasi Menerus
-    Pondasi Kombinasi
-    Pondasi Setempat
b)  Pondasi Pelat/rakit/mat Meliputi:
-    Pelat Datar
-    Pelat dengan pertebalan dibawah kolom
-    Pelat dengan balok pengaku dua arah
-    Pelat datar dengan kolom pendek
-    Pelat dengan struktur seluler
-    Pondasi Pelat terapung
c)  Daya Dukung Pondasi Dangkal
Daya dukung ultimit (qult) didefinisikan sebagai beban maksimum per satuan luas dimana tanah masih mendukung beban tanpa mengalami keruntuhan.
Rumus Terrazaghi
qult = C. Nc+ yb. Nq. Df + 0,5.yb. B. Ny
dimana:
qult   = daya dukung ultimit pondasi
C     = Cohesi Tanah
Yb    = Berat Volume Tanah
Df    = Kedalaman Dasar Pondasi
B     = Lebar Pondasi dianggap 1 meter
Nc,Nq,Ny    = Faktor daya dukung terrazaghi ditentukan oleh besar sudut geser dalam setelah kita mendapatkan nilai daya dukung ultimit tanah (qult).
Langkah selanjutnya menghitung daya dukung ijin tanah yaitu:
q = qult/SF
dimana:
q     = Daya dukung ijin tanah
qult   = Daya dukung tanah ultimit
SF    = Faktor keamanan biasanya nilainya diambil tiga.
2)  Pondasi Dalam
Pondasi dalam didefinisikan sebagai pondasi yang meneruskan beban bangunan ke tanah keras atau batu yang terletak relatif jauh dari permukaan, pondasi tiang pancan dan pondasi sumuran merupakan pondasi dalam yang umum digunakan dilapangan, kecuali proses mobilisasi kendaraan dengan medan yang cukup sulit, penggunaan bore pile sebagai alternative penggunaan pondasi dalam. Pondasi dalam digunakan jila lapisan tanah keras atau lapisan tanah dengan daya dukung yang memadai berada pada kedalaman tanah yang cukup dalam dari permukaan dan pada lapisan tanah atas berupa tanah lunak, sehingga mengharuskan pondasi dipancang mencapai lapisan tnah keras tersebut.
a)  Daya Dukung Pondasi Dalam
Perhitungan daya dukung dikaitkan dengan proses perencanaan harus memperhatikan kondisi tiang pada lapisan tanah, apakah tiang tersebut tertahan pada ujungnya (point bearing pile) saja atau tertahan oleh pelekatan antara tiang dan tanah (friction pile) dan tertahan pada ujungnya (point bearing pile). Tiang jenis ini dimasukan sampai lapisan tanah keras sehingga beban bangunan dipikul oleh lapisan ini. Lapisan tanah keras ini boleh terdiri dari bahan apa saja, meliputi lempung keras sampai batuan tetap.
Penentuan daya dukung dilakukan dengan melihat jenis tanah apa yang terdapat dalam lapisan tanah keras tersebut. Jika lapisan tanah keras merupakan batu keras, maka penentuan daya dukung menjadi mudah, yaitu menghitung kekuatan tiang sendiri atau dari nilai tegangan yang diperoleh pada bahan tiang. Jika lapisan tanah kerasnya berupa lempung, keras atau pasir maka daya dukung tiang amat tergantung pada sifat – sifat lapisan tanah tersebut (terutama kepadatanya), dalam hal ini cara yang baik dan sederhana untuk maksud ini adalah dengan alat sondir.
Dengan menggunakan data sondir, dapat diketahui pada kedalaman berapa tiang harus dimasukan dan daya dukung pada kedalaman tersebut. Daya dukung dapat dihitung langsung dari nilai konus tertinggi dari hasil sondir melalui persamaan:
Q tiang = A tiang/3
Dimana:
Q tiang     = daya dukung keseimbangan (kg)
A tiang     = Luas permukaan tiang (cm2)
P           = Nilai conus hasil sondir (kg/cm2)
3           = Faktor keamanan
Macam - Macam Contoh Tipe Pondasi
Jenis pondasi dan bentuk nya sendiri ditentukan oleh fator tertentu seperti berat beban bangunan yang ditopang, atau bisa juga oleh faktor keadaan tanah disekitar area yang akan dibangun pondasi, lebar pondasi juga ditentukan oleh berat bangunan yang akan ditopang.
Jika keadaan tanah disekitar area pondasi tidak rata atau memiliki kemiringan sampai melebihi 10% maka pondasi biasanya akan disesuaikan dengan keadaan tanah tersebut yaitu dibuat rata atau dibentuk bertangga dengan bagian bawah dan atas sama rata.
1)  Pondasi Telapak
Adalah Pondasi yang berdiri sendiri dalam mendukung kolom merupakan adalah pondasi struktural yang mendukung untuk mengatasi beban individual, yaitu beban yang langsung dialirkan dari kolom ke pondasi telapak ini, bentuk dari pondasi ini menyerupai plat seperti lapisan beton dengan ketebalan tertentu menyesuaikan kebutuhan.
Pondasi telapak ini biasanya banyak digunakan untuk bangunan lebih dari satu lantai atau bangunan dengan ketinggian atap yang tidak lazim contohnya seperti bangunan masjid, gedung sekolah, gedung olahraga dan lainya.
Komposisi untuk membuat pondasi telapak diantaranya semen, pasir, air, besi tulangan yang dirangkai, kerikil, dan kayu untuk mencetaknya, walaupun masuk dalam pondasi dangkal namun jenis pondasi ini juga cocok untuk bangunan dengan pondasi dalam, tentunya dengan spesifikasi yang disesuaikan.
2)  Pondasi Memanjang/Batu kali
Adalah pondasi yang digunakan untuk mendukung dinding memanjang atau digunakan untuk mendukung sederetan kolom yang berjarak dekat, sehingga bila dipakai pondasi telapak sisi-sisinya akan berimpit satu sama lain.
Bentuk pondasi ini secara gambar detail pondasi adalah trapesium, namun tak jarang kita temui dilapangan jennis pondasi batu kali ini berbentuk kotak, pondasi ini selain menggunakan batu kali juga bisa menggunakan batu pecah sebagai pengganti, mengingat semain susahnya untuk mendapatkan batu kali sekarang.
3)  Pondasi Rakit (raft foundation atau mat foundation)
Adalah Pondasi yang digunakan untuk mendukung bangunan yang terletak pada tanah lunak atau digunakan bila susunan kolom-kolom jaraknya sedemikian dekat di semua arahnya, sehingga bila dipakai pondasi telapak, sisi-sisinya akan berimpit satu sama lain.
Kelebihan dari pondasi ini banyak sekali diantaranya untuk mengurangi penurunan yang terjadi di area tertentu, plat beton akan mengimbangi jumlah beban yang harus dipikul sehingga bisa rata kesemua pondasi, jenis pondsi ini biasanya digunakan untuk tanah dengan keadaan lunak atau empuk yang membutuhkan plat untuk menopang beban berat.
4)  Pondasi Sumuran
Merupakan bentuk peralihan antara pondasi dangkal dan pondasi tiang, digunakan bila tanah dasar yang kuat terletak pada kedalaman yang relatif dalam. diameter pondasi ini antara 60 sampai 80 cm dengan kedalaman yang beragam mulai dari 1 meter hingga ada yang mencapai 5 meter.
Pondasi ini biasanya digunakan untuk kondisi tanah yang labil seperti tanah bekas timbunan rawa, atau kondisi tanah yang berlumpur, biasanya pada bagian atas pondasi diberikan pembesian supaya dapat mengikat sloof yang memiliki ukuran lebih besar daripada sloof pada umumnya.
5)  Pondasi Tiang
Digunakan bila tanah Pondasi pada kedalaman yang normal tidak mampu mendukung bebannya, dan tanah keras terletak pada kedalaman yang sangat dalam. Demikian pula, bila Pondasi bangunan terletak pada tanah timbunan yang cukup tinggi, sehingga bila bangunan diletakkan pada timbunan akan dipengaruhi oleh penurunan yang besar. Bedanya dengan Pondasi sumuran adalah Pondasi tiang umumnya berdiameter lebih kecil dan lebih panjang.
Pondasi tiang pancang biasa digunakan untuk tanah pada rawa atau yang memiliki struktur tanah lembek dan memiliki kadar air yang tinggi, sengingga untuk menemukan tanah yang keras dibutuhkan kedalaman yang lebih, bahan untuk membuat pondasi ini antar lain kayu, besi, baja, dan beberapa campuran beton bertulang.
6)  Tiang Pancang kayu
Jenis pondasi tiang pancang ini terbuat dari kayu yang memiliki kekuatan dan daya tahan tertentu, tiang pancang kayu biasanya harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu, yang paling penting dan perlu diperhatiakn adalah daya tahan kayu terhadap pelapukan tanah yang bisa disebabkan oleh air atau jamur.
7)  Tiang Pancang Beton Pracetak
Jenis tiang pancang ini sedikit lebih rumit karena harus melalui perancangan yang baik, di cor dan juga dirawat dulu supaya di saat waktu yang sudah direncanakan akan didapatkan kekuatan yang cukup supaya tahan terhadap berbagai permasalahan seperti pengangkutan, penanganan, dan beberapa tekanan waktu pemancangan.
8)  Tiang Pancang Baja
Jenis tiang pancang baja ini sering digunakan juga untuk beberapa bangunan, biasanya berbentuk tiang pancang baja pipa dan tiang pancang paja kotak, tiang pancang ini nantinya akan diisi oleh aduka beton dengan komposisi tertentu, mutu beton yang baik menjadi perhatian utama.
Maka ukuran minimum beton yaitu harus fc = 20 MPa atau bisa juga K-250, hal ini supaya struktur daya memiliki kekuatan yang baik, itulah tadi beberapa jenis pondasi tiang pancang, mari kita lanjut ke jenis pondasi yang lain.
9)  Pondasi Piers
Pondasi piers atau dinding diafragma merupakan jenis pondasi yang digunakan untuk meneruskan beban struktural yang dilakukan dengan cara membuat galian yang dalam, lalu setelah itu struktur pondasi ini akan dipasangkan pada galian yang sudah dibuat tersebut.
Salah satu keuntungan dari pondasi piers ini yaitu lebih murah jika dibandingkan dengan membuat pondasi menerus atau pondasi batu kali, namun ada juga kerugian jenis pondasi ini yaitu jika lempengan pondasi kekurangan ukuran makan kekuatn pondasi ini pun akan berkurang dari keadaan normal.
Cara kerja lompengan beton diafragma ini akan mengalirkan beban seluruh bangunan yang ada kedalam tanah, untuk anda yang memiliki basemant atau ruang bawah tanah pada rumah sangat dianjurkan menggunakan jenis pondasi ini, karena boton yang dipasang akan sangat berguna sebagai dinding pada ruang bawah tanah anda.
10) Pondasi Caissons (Bor Pile)
Pondasi bor pile adalah jenis pondasi dalam yang dibuat dengan cara melubangi tanah dengan sistem pengeboran lalu dilakukan pemasangan besi bertulang pada lobang tersebut dan dilanjutkan dengan pengecoran, perlu diketahui untuk cara pengeboran lubang anda bisa melakukan dengan cara manual atau hidrolik.
Untuk ukuran besar lingkaran lubang atau kedalaman galian tanah yang dibutuhkan juga struktur penulangan beton dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan daya dukung tanah terhadap beban konstruksi yang akan dipikul.
Cara kerja jenis pondasi ini sendiri tidak jauh beda dengan pondasi tiang pancang dimana berfungsi sebagai media penerus beban struktur pada bangunan yang berada diatas ke bagian bawah tanah sampai mencapai kedalalam yang dianggap aman dan kuat, karena itu diperlukan sondir terlebih dahulu supaya kekuatan tanah dapat diketahui secara tepat.
Jenis pondasi ini sendiri sangat cocok untuk bangunan di perkotaan yang biasanya jarak antara bangunan satu kebangunan lain sangat mepet, karena dalam proses pembuatan pondasi bor pile ini sendiri tidak begitu berisik seperti pembuatan pondasi tiang pancang yang memasangnya dilakukan dengan pukulan.
Perencanaan Pondasi
Seperti kita tahu pondasi adalah salah satu bagian terpenting dalam struktur bangunan, pondasi terletak paling bawah dari bangunan dan berfungsi sebagai penopang seluruh beban yang ada pada bangunan diatasnya, mengingat fungsinya yang sangat penting tersebut maka tidak sembarangan dalam membangun pondasi yang kuat dan bisa berdiri kokong menopang beban diatasnya.
Setidaknya kita harus mengetahui lahan yang akan dibangun pondasi, akan lebih baik jika kita mengeceknya langsung dan berikut dibawah ini akan saya berikan sedikit tips dalam mempersiapkan pembangunan pondasi.
1)  Persiapan Sebelum Membuat Pondasi
a)  Pemeriksaan Tanah
Pertama yang harus dilakukan tentu pemeriksaan yaitu kita harus memeriksa lokasi sekaligus tanah yang akan dibangun pondasi, jangan sampai kita hanya asal gambar pondasi tetapi setelah dibuat dilapangan ternyata tidak cocok sehingga tidak dapat diterapkan.
Manfaat dari pemeriksaan tanah ini diantaranya adalah:
-    Untuk menentukan bagaimana sifat fisis dan juga mekanis lapisan tanah yang ada dilokasi dengan hasil uji laboratorium terhadap contoh tanah yang terganggu dan contoh tanah yang tidak terganggu.
-    Untuk mengetahui bagaimanan kekuatan tanah yaitu dengan cara sondir.
-   Untuk mengetahui bagaimana kedalaman muka air tanah yaitu dilakukan dengan cara Boring.
-    Untuk mengambil sampel tanah dengan cara Boring
b)  Melakukan Analisa
Setelah melakukan pemeriksaan tanah barulah langkah selanjutnya kita lakukan hal yang tidak kalah penting yaitu melakukan analisa dengan pengujian sample tadi di laboratorium, hai ini untuk mengetahui berbagai hal diantaranya:
-   Menentukan daya dukung pondasi dangkal dan pondasi dalam berdasarkan pada kuat geser tanah atau insitu test.
-    Mengevaluasi besar kecilnya penurunan tanah akibat beban pada bangunan.
Setelah semua hal diatas dilakukan, tentunya kita sudah mendapat data-data pemeriksaan tanah, setelah itu barulah data itu diberikan pada enginering, data tersebut nantinya akan menentukan jenis, ukuran dan detail pondasi seperti apa yang tepat untuk dibangun dilapangan.
Untuk memilih tipe pondasi yang memadai, perlu diperhatikan apakah pondasi itu cocok untuk berbagai keadaan di lapangan dan apakah pondasi itu memungkinkan untuk diselesaikan secara ekonomis sesuai dengan jadwal kerjanya, jadi Sebelum sampai pada tahap pemilihan pondasi yang akan digunakan pada sebuah bangunan, terlebih dahulu perencana harus mengetahui terlebih dahulu macam pondasi seperti yang telah dipaparkan diatas, Pada dasarnya pada proses pelaksanaan proyek selalu dibatasi oleh tiga variabel berupa biaya, mutu dan waktu, sehingga pemilihan pondasi juga harus mempertimbangkan tiga variabel pembatas ini.
c)  Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Pemilihan Jenis Pondasi
-    Kedalaman tanah pondasi
-    Batasan-batasan akibat konstruksi diatasnya
-    Keadaan daerah sekitar lokasi
-    Waktu dan biaya pekerjaan
-    Jenis pondasi yang kokoh, kaku, dan kuat
Dalam perencanaan dan pelaksanaan suatu pondasi harus dipenuhi beberapa hal yaitu:
-  Pondasi harus ditempatkan dengan tepat, sehingga tidak longsor akibat pengaruh luar.
-    Pondasi harus aman dari kelongsoran daya dukung.
-    Pondasi harus aman dari penurunan yang berlebihan.

karakteristik struktur pembentuk jembatan

MACAM-MACAM STRUKTUR PEMBENTUK JEMBATAN Jembatan adalah suatu konstruksi yang gunanya untuk meneruskan jalan melaluirintangan yang ber...